News

Usaha Pencacahan Plastik Binaan Comdev Badak LNG Berhasil Berdayakan Masyarakat

Keseriusan Badak LNG dalam pengelolaan lingkungan sekitar perusahaan salah satunya dapat dilihat melalui program pencacahan plastik. Program pencacahan plastik yang dijalankan oleh kelompok usaha Bontang Lestari peduli menjadi salah satu program unggulan Community Development Badak LNG. Sudah berjalan selama kurang lebih 6 tahun, program ini tak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan melainkan juga telah berhasil memberdayakan masyarakat.

Adalah Thamrin, sosok dibalik suksesnya program pencacahan plastik yang merupakan salah satu program unggulan Community Development Badak LNG. Sebagai ketua kelompok usaha Bontang Lestari Peduli, Thamrin mengaku tak mudah merintis usaha pencacahan plastik. Usaha pencacahan plastik bermula dari dibukanya tempat pemrosesan akhir di kelurahan Bontang Lestari. Pada waktu itu, banyak warga kelurahan Bontang Lestari yang datang kepadanya untuk meminta bantuan agar dapat memulung di lokasi tersebut. Bersama lurah dan karang taruna Bontang Lestari kala itu, Thamrin berupaya mewujudkan keinginan para warga agar dapat mengais rejeki di tempat pemrosesan akhir. Usahanya akhirnya membuahkan hasil, warga pun diijinkan untuk memulung. Niat baik Thamrin agar dapat memberdayakan warga Bontang Lestari pun mendapat dukungan dari Badak LNG. Hingga akhirnya pada tahun 2012, kelompok usaha Bontang Lestari peduli resmi menjadi mitra binaan Comdev Badak LNG.

Untuk mendukung usaha pencacahan plastik, Badak LNG telah memberikan bantuan berupa modal usaha, mesin pencacah plastik, pembangunan workshop, hingga beragam pelatihan.

Program pemberdayaan masyarakat yang dikelola oleh kelompok usaha Bontang Lestari peduli kini mampu mengirim hasil cacahan plastiknya hingga 30 ton partikel plastik dalam sebulan. Tak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, usaha pencacahan plastik juga telah memberdayakan para warga. Sebanyak 60 anggota kelompok Bontang Lestari peduli juga telah mengalami peningkatan dari sisi ekonominya.

Program pencacahan plastik ini membuktikan bahwa sampah plastik yang selama ini terbuang ternyata masih memiliki nilai ekonomis. Dengan mengubahnya menjadi cacahan, sampah plastik dapat dijadikan komoditi perdagangan dan memiliki nilai jual yang tinggi. Thamrin berharap usaha ini dapat semakin berkembang sehingga dapat semakin banyak memberdayakan warga sekitar.

Selain melakukan pembinaan dan pendampingan kelompok, Badak LNG juga telah melakukan pengembangan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini. Yakni berkaitan dengan energy alternative yang diberi nama program Eco Energy. Program tersebut merupakan program produksi energy baru terbarukan berbahan dasar plastik menjadi bahan bakar metana. Bantuan berupa alat converter palstik bernama converstik juga telah diberikan Badak LNG. Mesin pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak ini dapat menghasilkan 3 jenis bahan bakar yaitu bensin, solar, dan minyak tanah. Dari setiap 1 kilogram sampah plastik bisa dibuat menjadi 1 liter bahan bakar minyak.

Show More

Related Articles

Back to top button