Sambut Transisi Energi dan Pasokan Gas Baru, Badak LNG Berupaya Optimalkan Kompetensi Bisnis

Badak LNG kini bersiap mengambil langkah untuk mengoptimalkan portofolio bisnis di era transisi energi. Komitmen ini dipaparkan dalam kunjungan kerja Komisaris PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu Nanang Untung selaku Komisaris dan Ketua Komite Audit dan Investasi PT PHE, serta Muhammad Indra Budiman selaku Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit PT PHE. Kunjungan tersebut didampingi oleh President Director & CEO Badak LNG di Gedung Utama Badak LNG pada Kamis (21/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026). Rangkaian kegiatan kunjungan meliputi diskusi strategi bisnis, peninjauan fasilitas kilang atau management walkthrough, serta kunjungan ke mitra binaan CSR Badak LNG, Telihan Recycle.

Dalam pemaparannya, President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin, menguraikan peta jalan pengembangan bisnis ke depan yang didorong oleh temuan cadangan gas alam di wilayah Kalimantan Timur oleh ENI. Potensi pasokan gas alam tersebut mencakup temuan di wilayah Geng North dengan perkiraan cadangan sebesar 5 trillion cubic feet (TCF), sumur Geliga dengan potensi 5 TCF gas alam, serta lapangan Gula dengan potensi 2 TCF.
Guna mengakomodasi tambahan pasokan gas pada masa depan, Badak LNG tengah berupaya mengoptimalkan fasilitasnya. Selain fokus pada reaktivasi Train F, perusahaan kini juga sedang mengkaji rencana reaktivasi tambahan pada Train C dan Train D untuk memastikan seluruh potensi gas dapat terserap secara optimal.

Selain itu, Badak LNG tengah aktif menjajaki diversifikasi bisnis melalui berbagai inovasi hijau. Melalui proyek bertajuk Carbon Dioxide to E-Methanol and E-Methane, perusahaan berupaya mengubah emisi menjadi produk hijau bernilai tambah tinggi. Langkah dekarbonisasi ini dilakukan untuk mendukung komitmen Net Zero Emission.
Potensi tambahan pasokan gas bumi serta arah inovasi baru ini menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat strategi bisnisnya. Komisaris dan Ketua Komite Audit dan Investasi PT PHE, Nanang Untung, menjelaskan adanya komitmen bersama untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih berkelanjutan.
“Badak LNG memiliki peluang besar ke depannya dan kita juga memikirkan bagaimana agar Badak LNG bisa menjadi perusahaan yang profit-oriented,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa posisi gas bumi sebagai energi transisi merupakan modal utama yang sejalan dengan kompetensi yang dimiliki perusahaan.
“Dalam era transisi energi dari energi fosil menuju energi terbarukan, gas menjadi energi transisi utama. Gas merupakan kompetensi Badak LNG. Oleh karena itu, perusahaan memiliki modal dan peluang untuk memanfaatkan kompetensi serta portofolionya dalam memenuhi kebutuhan bisnis di era transisi energi,” tambahnya.

Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan program pemberdayaan masyarakat Telihan Recycle. Kelompok Telihan Recycle berfokus mengolah limbah aluminium bekas menjadi baling-baling kapal.
“Kita telah melihat Telihan Recycle dan program ini sangat bagus dalam memberdayakan masyarakat. Kami juga melihat adanya peluang untuk meningkatkan kapasitas kelompok mitra binaan ini. Mudah-mudahan mereka dapat bekerja sama dengan perusahaan lain di Bontang sehingga manfaatnya semakin besar bagi masyarakat sekitar,” pungkas Nanang Untung.

Kunjungan kerja ini menjadi langkah awal perusahaan dalam mempersiapkan diri menghadapi transisi energi nasional. Dengan keunggulan kompetensi operasional serta komitmen terhadap inovasi hijau dan inovasi sosial, Badak LNG terus bergerak menuju arah yang lebih berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi bagi energi bangsa.



