Badak LNG Salurkan Pangan Diet Khusus bagi 40 Baduta di Bontang Selatan

BONTANG – Badak LNG kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat melalui penyaluran bantuan Pangan Diet Khusus (PDK) kepada 40 bayi di bawah dua tahun (baduta) di Kecamatan Bontang Selatan, Senin (2/11/2026).
Program ini menyasar anak-anak dengan kondisi berat badan kurang atau underweight sebagai langkah intervensi gizi untuk mengurangi risiko gangguan pertumbuhan. Bantuan tersebut didistribusikan kepada masing-masing 20 baduta di wilayah kerja Puskesmas Bontang Selatan I dan Puskesmas Bontang Selatan II.

Penyaluran PDK akan berlangsung selama tiga bulan dengan melibatkan orang tua, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam memantau perkembangan kondisi penerima manfaat. Pendampingan ini diperlukan untuk memastikan pemberian pangan khusus berjalan sesuai kebutuhan anak.
Manager CSR & Relations Badak LNG, Putra Peni Luhur Wibowo, menjelaskan bahwa program tersebut telah dirancang sejak 2025 melalui penyusunan kertas kerja yang kemudian memperoleh persetujuan dari sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Meski cakupan penerimanya masih terbatas, inisiatif ini diharapkan dapat mendukung langkah Pemerintah Kota Bontang dalam menekan angka stunting.

Dari sisi kesehatan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bambang Sri Mulyono, menerangkan bahwa sasaran PDK kali ini bukan anak yang telah terdiagnosis stunting, melainkan mereka yang mengalami berat badan kurang atau underweight. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan apabila tidak ditangani sejak dini.
Ia juga menjelaskan bahwa PDK memiliki keunggulan dari segi kepraktisan penyajian. Produk pangan khusus ini dapat diberikan secara langsung sesuai petunjuk penggunaan, berbeda dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang umumnya membutuhkan proses pengolahan sebelum dikonsumsi.
Meski lebih praktis, pemberian PDK tetap harus disertai asupan makanan bergizi seimbang. Hal ini bertujuan agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi sekaligus membiasakan mereka mengonsumsi makanan sehari-hari yang beragam sesuai tahapan usianya.
Bambang menambahkan, Kecamatan Bontang Selatan masih menjadi salah satu wilayah dengan angka stunting yang cukup tinggi. Dari sekitar 1.300 kasus stunting di Kota Bontang, hampir 600 kasus tercatat berada di kecamatan tersebut. Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian dan penanganan yang lebih luas melalui keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, masyarakat, hingga sektor swasta.

Sementara itu, Camat Bontang Selatan, Ahmad Eva Yuliansyah, mengapresiasi dukungan Badak LNG melalui program tersebut. Menurutnya, keterlibatan perusahaan menjadi kontribusi positif dalam membantu pemerintah menangani persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Bontang Selatan.
Ia berharap sinergi antara perusahaan dan pemerintah dapat terus diperkuat, mengingat wilayah tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan stunting dan kemiskinan.
Melalui program ini, Badak LNG terus berupaya mengambil bagian dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Sinergi berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas jangkauan intervensi gizi sekaligus mendukung terwujudnya generasi Bontang yang sehat dan berkualitas.



