Perkuat Respons Keadaan Darurat, Badak LNG Gelar Simulasi Penanganan Insiden Maritim dan Lingkungan

Bontang, 24 Juni 2026 – Badak LNG melaksanakan Major Emergency Exercise sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan personel, keandalan sistem tanggap darurat, serta efektivitas koordinasi antarfungsi dalam menghadapi potensi keadaan darurat di area operasional.

Latihan yang melibatkan pekerja, Emergency Response Team (ERT), dan manajemen diselenggarakan sesuai dengan prosedur Emergency Response & Crisis Management yang berlaku di lingkungan perusahaan. Kegiatan ini juga melibatkan koordinasi dengan instansi eksternal, yaitu Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Polisi Perairan dan Udara (Polairud), serta TNI AL guna menguji efektivitas komunikasi dan penanganan keadaan darurat secara terpadu.

Dalam skenario latihan, sekitar pukul 08.30 WITA, sebuah kapal tunda (tugboat) yang sedang melaksanakan sea trial setelah perbaikan mengalami gangguan pada sistem kendali kecepatan sehingga sulit bermanuver dan kandas akibat menabrak karang di sekitar area perairan operasional. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada tangki bahan bakar kapal dan menyebabkan tumpahan diesel ke perairan sekitar.

Setelah menerima laporan kejadian, tim terkait segera melakukan penilaian awal, menghentikan aktivitas kelautan yang tidak mendesak di sekitar lokasi, serta mengerahkan Oil Spill Combat Team (OSCT) untuk melaksanakan operasi pengendalian tumpahan menggunakan peralatan penanggulangan yang telah disiapkan. Berdasarkan hasil observasi lapangan, tumpahan bahan bakar teridentifikasi menyebar mengikuti arus laut dan berpotensi memengaruhi area fasilitas operasional sehingga skenario ditingkatkan menjadi kondisi darurat lingkungan.

Dalam perkembangan skenario latihan, turut disimulasikan insiden di mana seorang anggota tim penanggulangan tumpahan minyak terjatuh ke laut dan mengalami cedera pada pergelangan kaki kiri. Menindaklanjuti kondisi tersebut, prosedur penyelamatan korban di laut segera diaktifkan. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi korban dengan aman, memberikan penanganan awal di lapangan, dan menyerahkannya kepada tim medis untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, operasi pengendalian tumpahan minyak terus berlangsung hingga seluruh tumpahan berhasil dilokalisasi dan dipulihkan tanpa adanya eskalasi yang signifikan terhadap fasilitas maupun infrastruktur penting lainnya. Material hasil pemulihan kemudian ditangani sesuai dengan prosedur pengelolaan lingkungan yang berlaku.
Pada pukul 09.57 WITA, kondisi dinyatakan aman dan status all clear diumumkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian latihan Major Emergency Exercise yang telah direncanakan Badak LNG pada tahun 2026.
Director & Chief Operating Officer Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan serta kesiapsiagaan seluruh pekerja dan manajemen dalam menghadapi serta menangani keadaan darurat di area Badak LNG. Dengan demikian, apabila terjadi keadaan darurat yang sesungguhnya, penanganan dapat dilakukan dengan baik, tepat, dan cepat.

“Sebagai perusahaan yang mengoperasikan fasilitas LNG dengan standar keselamatan yang tinggi, kami harus memastikan bahwa setiap personel memahami peran dan tanggung jawabnya dalam situasi darurat. Melalui latihan ini, kami tidak hanya menguji prosedur dan peralatan yang dimiliki, tetapi juga mengukur efektivitas koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan di seluruh tingkatan organisasi. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga latihan dapat terlaksana dengan baik, aman, dan sesuai dengan skenario yang direncanakan,” ujarnya.
Sebagai salah satu Objek Vital Nasional yang memproduksi LNG, Kilang Badak LNG harus beroperasi secara aman dan kondusif. Melalui pelaksanaan simulasi Major Emergency Exercise ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat semakin memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam menjaga keselamatan serta keamanan operasional Kilang Badak LNG.



