News

Badak LNG Kembali Jalankan Program Transplantasi Terumbu Karang.

Kepedulian terhadap kelestarian wilayah pesisir Kota Bontang kembali ditunjukkan oleh Badak LNG. Sebagai perusahaan yang berwawasan lingkungan, pengelolaan lingkungan hidup telah menjadi komitmen Badak LNG, termasuk kelestarian wilayah pesisir. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui aksi penurunan transplantasi terumbu karang di wilayah pesisir Kota Bontang.

Rabu (17/10/018), Badak LNG kembali menurunkan transplantasi terumbu karang. Hadir dalam kegiatan ini ialah Director & COO Badak LNG Gitut Yuliaskar beserta jajaran manajemen Badak LNG, Asisten Administrasi Pembangunan Zulkifli, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Bontang Aji Erlynawati, Mitra Binaan Kelompok Masyarakat Kreatif Pesisir Bontang Kuala, serta tokoh masyarakat Bontang Kuala.

Aksi penurunan transplantasi terumbu karang dilakukan di Pulau Segajah.

Dalam sambutannya pada acara ceremonial yang diadakan di Bontang Kuala, Director & COO Badak LNG Gitut Yuliaskar mengungkapkan kegiatan transplantasi terumbu karang merupakan salah satu program CSR Badak LNG yang sudah dijalankan sejak tahun 2014 dan menjadi bagian dari program besar Bontang Kuala Ecotourism diantaranya adalah Susur Sungai Belanda, Wisata Karang Segajah, Karang Pesilan, Floating Homestay dan Wisata Bawah Laut. Hingga saat ini Badak LNG telah berhasil melakukan transplantasi sebanyak 60 unit dengan ukuran diameter 1,5 meter per unit. Menggunakan metode Reefcage, di tahun 2018 ini Badak LNG kembali melakukan transplantasi sebanyak 50 unit bibit dengan nilai Rp. 30.000,000. Transplantasi terumbu karang kali ini juga mendapatkan dukungan dari PT Pertamina Persero yang memberikan sebanyak 100 unit bibit terumbu karang.

Dir. & COO Badak LNG Gitut Yuliaskar sedang menyiapkan reefcage terumbu karang. 

Upaya Badak LNG dalam menjaga kelestarian ekosistem di pesisir Kota Bontang mendapat apresiasi dari Walikota Bontang yang diwakili oleh Asisten Administrasi Pembangunan Zulkifli. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah rehabilitasi ekosistem terumbu karang di perairan Kota Bontang yang diharapkan dapat membantu dan mempercepat pemulihan terumbu karang yang rusak.

Prosesi penurunan terumbu karang oleh manajemen Badak LNG.

Setelah acara pembukaan, dengan menggunakan speedboat rombongan langsung menuju ke kawasan Pulau Segajah. Metode yang digunakan dalam kegiatan penurunan transplantasi terumbu karang kali ini ialah metode Reefcage yang dinilai lebih cepat memacu pertumbuhan terumbu karang.

Manajemen Badak LNG lakukan snorkeling di area tranplanstasi terumbu karang.

Berjalan sejak tahun 2014, kini program transplantasi terumbu karang telah memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata, yaitu Bontang Kuala Ecotourism. Dimana salah satu spot wisata yang ditawarkan adalah snorkeling menikmati keindahan terumbu karang, baik yang masih alami maupun hasil transplantasi. Program ini mensinergikan potensi wisata bahari dan kuliner sehingga diharapkan dapat mendorong sektor ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Bontang Kuala.

Ditemui usai penurunan terumbu karang,  Director & COO Badak LNG Gitut Yuliaskar mengungkapkan penurunan terumbu karang buatan merupakan bagian dari CSR Badak LNG untuk memperbaiki ekosistem laut sekaligus mendorong terciptanya masyarakat ekonomi berbasis lingkungan. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Badak LNG dalam upaya melestarikan ekosistem di wilayah pesisir Kota Bontang.

Peran dan komitmen Badak LNG terhadap pelestarian ekosistem bawah laut pun mendapat apresiasi dari pemerintah Kota Bontang. Asisten Administrasi Pembangunan Zulkifli menyampaikan bahwa aksi penurunan transplantasi terumbu karang oleh Badak LNG juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar turut berperan aktif menjaga kelestarian di pesisir Kota Bontang (*).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close